Pages

Monday, April 2, 2012

Serunya Naik Kereta di Belanda


* posting tulisan lama (dimuat di majalah KA edisi Juni 2011) 


 Kamis, 11 Mei 2011, berlima dengan teman-teman sekampus, saya memanfaatkan liburan spring break dengan berjalan-jalan ke Groningen dan Giethoorn, sebuah kota kecil yang dikenal dengan Venesia-nya Belanda.

Perjalanan ditempuh dengan naik kereta. Sebagai mahasiswa yang selalu ingin berhemat, kali ini kembali kami memanfaatkan kartu Dagkaart. Kartu ini adalah tiket kereta harian yang memberikan harga khusus bagi penumpang kereta. 

Catatan dari Kompasiana Blogshop N5M - Makassar

“Sabtu depan Bunda izin dulu ya Nak. Bunda mau ada acara penting dulu.”

Itu adalah sebaris kalimat yang saya ucapkan untuk kedua anak saya. Seminggu sebelum acara Kompasiana Blogshop dan Roadhow Film Negeri 5 Menara berlangsung, saya sudah mengajukan permohonan ‘cuti sehari’ kepada mereka. Biasanya hari Sabtu saya libur dari kantor dan menemani week-end mereka, tetapi kali itu saya harus absen dulu.

Nama besar Ahmad Fuadi dan Negeri 5 Menara-nya membuat saya antusias mengikuti acara tersebut. Ingatan saya melayang pada blog pribadi di kompasiana dan blogspot yang sudah lama tak tersentuh. Sungguh, terlalu lama saya ‘tersesat’ alias malas menulis. Dengan mengikuti acara ini saya berharap bisa mendapat suntikan motivasi untuk ‘kembali lagi ke jalan yang benar’, yaitu mulai menulis lagi. Walaupun sudah ibu-ibu, tapi saya tak ingin kalah dari mereka yang masih ‘muda’.


Sunday, May 29, 2011

[Lomba Dunia Maya] Tentang Ayahku, Ibuku, dan Internet


[Berdasarkan kisah nyata seorang sahabat, seorang ibu, yang bersedia dibagi untuk diambil hikmahnya. Sengaja, cerita diambil dari sudut pandang sang anak]

            Kenalkan, namaku Radit. Umur 9 tahun, kelas 3 SD. Kata orang-orang, aku mewarisi wajah tampan dan otak cerdas ayahku. Seorang insinyur yang bekerja di perusahaan otomotif terkenal. Sedangkan pembawaanku yang kalem menurun dari ibuku. Beliau ibu rumah tangga biasa, yang setia menjadi penunggu rumah kami. Mengurus segala keperluanku dan Ayah dengan baik.

Di sekolah aku dikenal sebagai murid yang cerdas. Selalu langganan ranking 3 besar sejak kelas 1. Padahal aku merasa tak terlalu rajin belajar. Biasa-biasa saja. Aku juga suka main, terutama main bola. Tapi, tak seperti kebanyakan teman lain seusiaku yang sedang gemar-gemarnya ber-internet ria: entah itu Facebook, atau game online, atau apalah, aku justru benci internet.  

Sunday, May 22, 2011

tunggu aku.. :)

Langit masih saja menyisakan warna ketika kau datang menyapaku. Lagi-lagi. Untuk kesekian kali di hari ini.


Hmm.. sudah kukatakan bukan, tolong jangan ganggu aku dulu. Paling tidak hingga September nanti, saat semuanya usai. Atau tunggu dua-tiga minggu, saat waktuku sedikit luang. Maka setelahnya aku janji kita akan bercengkerama lagi.

Sunday, May 8, 2011

aku, tak seperti dia

          “Assalamu’alaikum Sayang,” pamit Mas Ridwan setelah sebelumnya mengecup ringan keningku.

“Wa’alaikumsalam Mas.. hati-hati di jalan,” balasku.

Aku termangu memandangi mobil suamiku yang perlahan meninggalkan halaman rumah kami. Menuju rumahnya yang lain. Rumah yang dihuninya bersama ‘dia’, perempuan itu, ‘saingan’ku sebagai sesama istri dari Mas Ridwan suamiku, yang mungkin lebih dicintainya.

Thursday, May 5, 2011

a writer-wannabe :D


Buzz!!!

Suara khas itu mengiringi munculnya sebuah window YM di laptopku. Aku seketika tertawa ketika membaca message di dalamnya.

“Mbak Ofi, tadi ceritaku kalo mo dijadiin cerita fiksi minta tolong dikaburkan ya... Saya malu..”

Hahahaha.. aduh, aku jadi seperti orang gila tertawa-tawa sendirian di dalam kamar. Lagi-lagi, ini adalah ‘permohonan’ yang ke-sekian dari orang yang berbeda. 


Sunday, April 24, 2011

spring: ternyata..


Rotterdam, April 2011. Ranting-ranting gundul yang menghitam sepanjang winter telah berubah wujud, kembali hidup dengan dedaunan yang menghijau. Tunas-tunas daffodil bermunculan, kian hari kian tumbuh, dengan warna kuning khasnya yang cantik. Orang-orang mulai menanggalkan winter coat mereka – yang seringnya berwarna gelap – dan menggantinya dengan kaos dan blus ringan yang warna-warni. Sepatu boot pun berganti dengan sepatu pantovel, atau bahkan sandal. 

Yup, spring is coming..!